Manajemen Risiko

Cara Menghitung Risiko Trading 1% dari Modal untuk Pemula

Bagikan:

Sebelum membuka posisi, kamu perlu mengetahui berapa uang yang siap kamu pertaruhkan jika transaksi berakhir rugi. Salah satu cara menghitung risiko trading adalah menetapkan batas sebesar 1% dari dana akun untuk setiap transaksi.

Namun, risiko 1% bukan berarti memakai 1% modal sebagai margin. Angka ini menunjukkan rencana batas kerugian, bukan jumlah dana yang broker tahan untuk membuka posisi.

1. Tentukan Dana Dasar Perhitungan

Untuk latihan awal, gunakan contoh akun tanpa posisi terbuka. Dalam kondisi ini, saldo dan equity biasanya sama.

Jika kamu masih memiliki posisi terbuka, perhatikan equity, yaitu nilai dana akun setelah memperhitungkan keuntungan atau kerugian berjalan. Menghitung dari saldo saja bisa mengabaikan kerugian yang masih mengambang.

Selanjutnya, gunakan rumus:

Batas risiko = dana dasar perhitungan × 1%

Dana akunPerhitunganBatas risiko per transaksi
$100$100 × 0,01$1
$500$500 × 0,01$5
$1.000$1.000 × 0,01$10

Sebagai contoh, akun dengan dana $500 memiliki anggaran risiko $5 untuk satu transaksi. Angka tersebut bukan target keuntungan.

2. Tentukan Stop Loss Sebelum Memilih Lot

Setelah menentukan anggaran risiko, pilih titik entry dan Stop Loss berdasarkan rencana trading.

Misalnya, kamu merencanakan Buy EURUSD pada 1,10000 dengan Stop Loss pada 1,09800. Jarak keduanya adalah 20 pip.

Berikutnya, sesuaikan lot agar perkiraan kerugian pada jarak tersebut tetap sesuai anggaran. Jangan memilih lot besar terlebih dahulu, lalu memaksakan Stop Loss terlalu dekat hanya agar hitungannya terlihat cocok. Penentuan ukuran posisi perlu mempertimbangkan jarak Stop Loss dan dana yang siap kamu risikokan.

3. Hitung Ukuran Lot

Untuk contoh EURUSD pada akun bermata uang USD, dengan ukuran kontrak standar 100.000 unit per lot, nilai satu pip pada 1 lot adalah sekitar $10.

Gunakan rumus berikut:

Lot = anggaran risiko ÷ (jarak Stop Loss × nilai pip untuk 1 lot)

Dengan dana $500 dan anggaran risiko $5:

Lot = $5 ÷ (20 pip × $10) = 0,025 lot

Hasil ini belum memperhitungkan komisi atau perubahan harga eksekusi.

Jika broker hanya menerima kelipatan 0,01 lot, bulatkan ke bawah menjadi 0,02 lot. Pada jarak 20 pip, perkiraan kerugian akibat pergerakan harga menjadi $4 sebelum biaya.

Jangan membulatkan ke 0,03 lot, karena perkiraan kerugiannya naik menjadi $6 sebelum biaya dan melewati anggaran $5.

4. Periksa Spesifikasi Instrumen dan Biaya

Contoh EURUSD tadi tidak berlaku otomatis untuk XAUUSD, indeks, atau akun Cent. Periksa ukuran kontrak, nilai tick, volume minimum, dan kelipatan lot melalui panduan properti simbol MT5.

Selain itu, sisakan ruang untuk komisi dan biaya lain. Jika volume minimum broker membuat risiko melebihi anggaran, lewati transaksi tersebut.

Stop Loss juga tidak menjamin kerugian tepat sesuai perhitungan. Lonjakan harga atau slippage dapat membuat harga penutupan berbeda dari rencana.

5. Batasi Risiko Gabungan

Risiko 1% berlaku untuk setiap transaksi dalam contoh ini. Jika kamu membuka tiga posisi sekaligus dengan risiko masing-masing 1%, total risiko rencananya mencapai sekitar 3%.

Karena itu, periksa seluruh posisi sebelum menambah transaksi. Perhatikan juga posisi yang cenderung bergerak searah karena instrumennya berkaitan.

Mulailah menghitung risiko pada akun demo. Setelah itu, catat rencana dan hasilnya dalam jurnal agar kamu bisa mengevaluasi penerapannya. Kamu juga bisa mengikuti tutorial MetaTrader di BelajarForex.net untuk melatih penggunaan platform.

Materi ini untuk edukasi. Pahami risiko dan verifikasi informasi sebelum mengambil keputusan trading.

Bagikan:
DITULIS OLEHTiara Agnaeta

Berbagi materi belajar dan catatan seputar dunia forex.

Mari berdiskusi

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tanya kami