Cara menghitung risk reward ratio membantu kamu membandingkan rencana kerugian dengan potensi keuntungan sebelum membuka posisi. Dengan begitu, kamu bisa menilai apakah peluang transaksi sesuai dengan rencana trading.
Sebagai contoh, kamu merencanakan risiko $5 untuk mengejar keuntungan $10. Perbandingan risiko terhadap potensi keuntungan tersebut adalah 1:2. Namun, rasio ini tidak menunjukkan peluang keberhasilan atau menjamin keuntungan.
1. Tentukan Entry, Stop Loss, dan Take Profit
Pertama, tentukan tiga harga berdasarkan analisis:
- Entry: harga rencana masuk.
- Stop Loss: batas harga untuk keluar ketika pergerakan berlawanan dengan rencana.
- Take Profit: target harga untuk mengambil keuntungan.
Untuk posisi Buy, Stop Loss berada di bawah entry dan Take Profit berada di atasnya. Sementara itu, posisi Sell memakai susunan sebaliknya.
Pilih level berdasarkan kondisi harga dan aturan strategi. Jangan sekadar menjauhkan Take Profit agar rasionya terlihat menarik.
2. Hitung Jarak Risiko dan Target
Misalnya, kamu merencanakan Buy EURUSD dengan rincian berikut:
| Komponen | Harga | Jarak dari entry |
|---|---|---|
| Entry | 1,10000 | — |
| Stop Loss | 1,09800 | 20 pip |
| Take Profit | 1,10400 | 40 pip |
Pada EURUSD, satu pip bernilai 0,0001. Dengan demikian:
Jarak risiko = 1,10000 − 1,09800 = 20 pip
Jarak target = 1,10400 − 1,10000 = 40 pip
Perhitungan jarak menggunakan nilai positif. Untuk Sell, hitung jarak entry ke Stop Loss di atasnya dan jarak entry ke Take Profit di bawahnya.
3. Ubah Menjadi Perbandingan
Selanjutnya, bandingkan kedua jarak:
Risiko : potensi keuntungan = 20 : 40 = 1:2
Artinya, setiap satu bagian risiko memiliki target keuntungan dua bagian. Perbandingan ini membantu menyusun rencana risiko sebelum transaksi. CME Group
Kamu juga bisa menghitung pengali keuntungan:
Pengali keuntungan = jarak target ÷ jarak risiko
40 ÷ 20 = 2
Dalam artikel ini, penulisan 1:2 selalu berarti risiko 1 dan potensi keuntungan 2.
4. Perhitungkan Biaya Trading
Rasio berdasarkan jarak harga belum tentu sama dengan rasio bersih setelah biaya.
Misalnya, perkiraan kerugian dari pergerakan harga adalah $5 dan target keuntungan $10. Jika total komisi transaksi mencapai $0,50, maka:
| Hasil transaksi | Perkiraan setelah komisi |
|---|---|
| Mencapai Stop Loss | Rugi $5,50 |
| Mencapai Take Profit | Untung $9,50 |
Perbandingan bersih menjadi sekitar 1:1,73.
Contoh tersebut menganggap perhitungan harga sudah mencakup harga eksekusi Bid dan Ask. Jangan menambahkan spread dua kali. Selain itu, swap dan slippage dapat mengubah hasil akhirnya.
5. Bedakan Rasio Rencana dan Hasil Aktual
Rencana 1:2 tidak selalu menghasilkan keuntungan dua kali risiko. Kamu mungkin menutup posisi lebih awal atau memperoleh harga eksekusi berbeda.
Sebagai ilustrasi, tiga transaksi untung masing-masing $10 menghasilkan $30. Namun, tujuh transaksi rugi masing-masing $5 menghasilkan kerugian $35. Hasil gabungannya tetap minus $5 sebelum biaya.
Karena itu, evaluasi rasio bersama tingkat kemenangan dan hasil aktual. Tidak ada rasio yang otomatis cocok untuk semua strategi.
Coba perhitungannya pada akun demo, lalu catat entry, Stop Loss, target, dan hasil penutupan dalam jurnal. Untuk latihan platform, kunjungi tutorial MetaTrader di BelajarForex.net. Kamu juga bisa membaca panduan pengelolaan risiko dari CME Group.



